SEPERTI

Seperti bintang yang mencintai bulan
Setia menemani untuk menerangi
Hati yang sedang kelam

Seperti debur ombak yang mencintai pantai
Saling mengerti dan menghargai
Tanpa harus memaksa untuk datang dan pergi

Seperti matahari yang mencintai pagi
Tak ada janji untuk berbagi
Tetapi tetap menunggu hingga datangnya esok hari

Seperti Adam yang mencintai Hawa
Rela berkorban dan saling percaya
Mau menerima tanpa harus membuka rahasia

Seperti si Tuli yang mencintai si Bisu
Mengerti dalam hati
Tanpa harus bertutur kata

Seperti itulah cintaku padamu

6 Responses to “SEPERTI”

  1. - ZoeL - Second Says:

    Nah yah…dalem amat nieh Post nya?! Knapa mas…lagi polin in lope yah! Tp keren bgt nieh…kok elo gak bikin tulisan yg terinspirasi stlh kenal ma gw seh???huehehehe

  2. Endro Says:

    Hi, blog ini fungsinya apa sih? Sorry ya, gw gak ngerti. Jgn diketawain yah. Btw, romantis amat?

  3. Eyka Says:

    Ini kan dah pernah dimuat bukan?…Yg fresh from the oven of ur brain dunkks hun…Need yg fresh - fresh neeehh he3… ;)

  4. ryzaini Says:

    For all gw baca, liat, dengar, rasain, semuanya bagjus bagjus…

    gW Suka ama alurnya yang jelas, lugas, dan ah.. (gak tau negh mo komentar apa..)

    tapi knapa dikit banget..

    Panjangin Knape ..? Kalo bisa ngangkat sisi lain yang paling gelap dari waktu deh. he2

    GBU

  5. 'Jeff Says:

    hey,
    just want to show u my fav poem from Sapardi Joko Damono. Lovely poem.

    AKU INGIN

    Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
    dengan kata yang tak sempat diucapkan
    kayu kepada api yang menjadikannya abu

    Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
    dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
    awan kepada hujan yang menjadikannya tiada

    (Prof. Dr. Sapardi Djoko Damono)

  6. Lilly Says:

    Ooooohhhhhh…………. I cant say…

Leave a Reply