SEPERTI
Seperti bintang yang mencintai bulan
Setia menemani untuk menerangi
Hati yang sedang kelam
Seperti debur ombak yang mencintai pantai
Saling mengerti dan menghargai
Tanpa harus memaksa untuk datang dan pergi
Seperti matahari yang mencintai pagi
Tak ada janji untuk berbagi
Tetapi tetap menunggu hingga datangnya esok hari
Seperti Adam yang mencintai Hawa
Rela berkorban dan saling percaya
Mau menerima tanpa harus membuka rahasia
Seperti si Tuli yang mencintai si Bisu
Mengerti dalam hati
Tanpa harus bertutur kata
Seperti itulah cintaku padamu
April 14th, 2005 at 2:00 am
Nah yah…dalem amat nieh Post nya?! Knapa mas…lagi polin in lope yah! Tp keren bgt nieh…kok elo gak bikin tulisan yg terinspirasi stlh kenal ma gw seh???huehehehe
April 14th, 2005 at 3:14 am
Hi, blog ini fungsinya apa sih? Sorry ya, gw gak ngerti. Jgn diketawain yah. Btw, romantis amat?
April 14th, 2005 at 9:51 pm
Ini kan dah pernah dimuat bukan?…Yg fresh from the oven of ur brain dunkks hun…Need yg fresh - fresh neeehh he3…
August 21st, 2006 at 5:55 pm
For all gw baca, liat, dengar, rasain, semuanya bagjus bagjus…
gW Suka ama alurnya yang jelas, lugas, dan ah.. (gak tau negh mo komentar apa..)
tapi knapa dikit banget..
Panjangin Knape ..? Kalo bisa ngangkat sisi lain yang paling gelap dari waktu deh. he2
GBU
July 12th, 2007 at 8:59 am
hey,
just want to show u my fav poem from Sapardi Joko Damono. Lovely poem.
AKU INGIN
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada
(Prof. Dr. Sapardi Djoko Damono)
January 27th, 2009 at 12:04 am
Ooooohhhhhh…………. I cant say…